Ringkasan Cepat:
- Enam proyek hilirisasi fase pertama senilai sekitar Rp110 triliun mulai groundbreaking serentak pada 6 Februari 2026 di 13 lokasi.
- Fase kedua menyusul pada 29 April 2026 dengan 10 proyek tambahan senilai Rp116 triliun.
- Per data resmi terbaru (pertengahan 2026), total proyek hilirisasi yang berjalan di bawah Danantara mencapai 26 proyek senilai Rp225 triliun, dengan potensi serapan hingga 37.833 tenaga kerja.
Jakarta, 18 September 2026 — Tujuh bulan setelah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) meletakkan batu pertama enam proyek hilirisasi senilai sekitar Rp110 triliun pada 6 Februari 2026, program itu kini telah berkembang menjadi 26 proyek hilirisasi nasional dengan total investasi Rp225 triliun, menurut data resmi yang dipaparkan manajemen Danantara.
Mengapa Ini Penting?

Enam proyek fase pertama — mencakup smelter aluminium dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II di Mempawah, Kalimantan Barat; pabrik bioetanol Glenmore di Banyuwangi; biorefinery/bioavtur di Cilacap; fasilitas peternakan unggas terintegrasi di enam provinsi; serta pabrik garam berteknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Gresik dan Sampang — digadang menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus substitusi impor, mulai dari alumina, bahan bakar nabati, hingga garam industri, sebagaimana dilaporkan ANTARA.
Hilirisasi juga menjadi andalan pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Pada 2025 saja, kontribusi hilirisasi terhadap realisasi investasi nasional tercatat mencapai sekitar Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebagian proyek lanjutan Danantara turut menyasar sektor pengolahan sampah menjadi energi — arah yang sejalan dengan urgensi solusi pengelolaan sampah nasional yang selama ini masih jadi pekerjaan rumah di banyak daerah.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut proyek tahap awal ini sebagai bagian dari rencana yang lebih besar. “Ini adalah fase pertama,” katanya usai prosesi groundbreaking di Wisma Danantara, merujuk pada rencana total 18 proyek prioritas yang akan direalisasikan bertahap.
Kronologi dan Perkembangan di Lapangan

Sejak Februari, program hilirisasi Danantara bergerak dalam beberapa gelombang. Fase kedua menyusul pada akhir April dengan tambahan 10 proyek prioritas di 13 lokasi lain, bernilai Rp116 triliun dan berpotensi menyerap 26.377 tenaga kerja. Belakangan, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria memastikan gelombang groundbreaking berikutnya akan terus berlanjut. “Minggu depan akan ada 10 project dari total 21 [proyek] akan kita lakukan groundbreaking di 2026,” katanya dalam sebuah forum ekonomi.
Di lapangan, proyek mineral menjadi salah satu yang paling matang. Menurut keterangan Inalum kepada Kontan, SGAR Mempawah Fase I — pendahulu dari SGAR Fase II yang di-groundbreaking Februari lalu — sudah memasuki tahap produksi skala kecil (small scale production), sementara SGAR Fase II dan Smelter Aluminium 2 di lokasi yang sama ditargetkan mulai berproduksi pada 2028. Dengan tambahan kapasitas itu, produksi alumina nasional diproyeksikan naik menjadi 2 juta ton per tahun dan aluminium menjadi 900.000 ton per tahun.
Untuk transisi energi, pabrik bioetanol Glenmore di Banyuwangi — kolaborasi Pertamina New & Renewable Energy dan PT Sinergi Gula Nusantara — dirancang berkapasitas 30.000 kiloliter bioetanol per tahun, sekaligus diharapkan memberdayakan lebih dari 4.000 petani tebu lokal. Arah pengembangan bahan bakar nabati semacam ini melengkapi agenda transisi energi terbarukan Indonesia yang lebih luas, termasuk pada sisi kelistrikan yang belakangan juga diarahkan ke pasar ekspor regional lewat proyek ekspor listrik tenaga surya ke Singapura.
Dampak bagi Daerah dan Tenaga Kerja
Skala tenaga kerja yang diserap terus membesar seiring bertambahnya jumlah proyek. Fase pertama diproyeksikan menyerap sekitar 11.456 tenaga kerja langsung di 13 lokasi, sementara data konsolidasi untuk 26 proyek yang berjalan menyebut potensi serapan hingga 37.833 orang. Proyek peternakan unggas terintegrasi milik ID FOOD di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat turut disebut mendukung program ketahanan protein nasional, termasuk pasokan bagi program Makan Bergizi Gratis.
| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| 6 Februari 2026 | Groundbreaking serentak 6 proyek hilirisasi fase I senilai ~Rp110 triliun di 13 lokasi | ANTARA, CNBC Indonesia |
| 29 April 2026 | Groundbreaking fase II: 10 proyek tambahan senilai Rp116 triliun di 13 lokasi lain | Kabar SDGs / Harian Jogja |
| Pertengahan 2026 | Total proyek hilirisasi Danantara yang berjalan mencapai 26 proyek senilai Rp225 triliun, potensi 37.833 tenaga kerja | Sinar Harapan, Kabar SDGs |
| Agustus 2026 | SGAR Mempawah Fase I dilaporkan telah memasuki tahap produksi skala kecil; SGAR Fase II dan Smelter 2 ditargetkan produksi 2028 | Kontan |
Apa Selanjutnya?

Danantara sebelumnya menyatakan menargetkan seluruh proses groundbreaking dari daftar proyek prioritas rampung secara bertahap sepanjang 2026, dengan rencana investasi tambahan sekitar Rp202,4 triliun untuk proyek-proyek strategis lain seperti fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di puluhan kota. Isu pengelolaan limbah ini relevan dengan sorotan yang lebih luas soal ancaman lingkungan yang dihadapi Indonesia tahun ini, mengingat proyek hilirisasi skala besar biasanya turut membawa konsekuensi lingkungan yang perlu diawasi bersamaan dengan capaian ekonominya.
Ke depan, manajemen Danantara juga mengisyaratkan perluasan fokus investasi ke sektor teknologi digital dan kecerdasan buatan, sejalan dengan pergeseran arah modal investasi global — sebuah tren yang beririsan dengan sorotan soal kebutuhan energi besar pusat data AI yang belakangan ramai dibahas. Publikasi progres resmi berikutnya dari Danantara akan menjadi penentu apakah target penyelesaian bertahap sepanjang 2026 ini tetap sesuai jadwal.
Artikel ini disusun oleh Tim Redaksi berdasarkan data dan pemberitaan resmi terkait BPI Danantara. Sumber: ANTARA, CNBC Indonesia, Liputan6, Bisnis.com, Kontan, Katadata, Warta Ekonomi, Sinar Harapan/Kabar SDGs.