Ringkasan: BMKG memetakan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) periode 31 Oktober–6 November 2026 dengan indeks FWI. Hasilnya, sebagian Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) masuk wilayah risiko tertinggi di pulaunya masing-masing. Di Kalsel, hujan alami baru diperkirakan datang pertengahan November, sehingga status siaga karhutla diperpanjang sampai 30 November 2026.
Apa itu karhutla berisiko tinggi di Babel dan Kalsel hingga 6 November?

Karhutla berisiko tinggi di Babel dan Kalsel hingga 6 November adalah peringatan potensi kebakaran hutan dan lahan dari BMKG untuk periode 31 Oktober–6 November 2026. Peringatan ini memakai Fire Weather Index (FWI), yakni skala yang menilai seberapa mudah api menyala dan seberapa sulit dipadamkan berdasarkan kondisi cuaca.
Penting dipahami: ini peta potensi, bukan jumlah kebakaran yang sedang terjadi. Wilayah berwarna merah berarti kondisi cuaca dan lahan sangat mendukung api menyebar jika ada pemicu. Pemicunya hampir selalu aktivitas manusia, seperti pembakaran lahan atau puntung rokok.
Menurut ringkasan BMKG yang dimuat Darilaut pada 1 November 2026, risiko tertinggi di Sumatera berada di sebagian Babel, Sumatera Selatan, dan Lampung. Di Kalimantan, risiko tertinggi ada di sebagian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalsel, dan Kalimantan Timur.
Bagaimana membaca skala FWI BMKG?

Skala FWI terbagi empat warna. Biru (0–1) berarti intensitas api rendah dan api cenderung padam sendiri. Hijau (2–6) berarti sedang dan api relatif masih mudah dikendalikan. Kuning (7–13) berarti tinggi dan api sulit dikendalikan. Merah (di atas 13) berarti sangat tinggi dan api sangat sulit dikendalikan.
| Warna | Skor FWI | Intensitas api | Kemampuan dikendalikan |
| Biru | 0–1 | Rendah | Mudah, cenderung padam sendiri |
| Hijau | 2–6 | Sedang | Relatif masih cukup mudah |
| Kuning | 7–13 | Tinggi | Sulit |
| Merah | >13 | Sangat tinggi | Sangat sulit |
Sumber: ringkasan BMKG dalam laporan Darilaut, 1 November 2026.
Wilayah dalam satu provinsi bisa punya warna berbeda. Artinya, “berisiko tinggi” biasanya berlaku untuk sebagian kabupaten, bukan seluruh provinsi. Cek peta resmi BMKG sebelum menyimpulkan kondisi di kecamatan Anda.
Mengapa karhutla masih mengancam di awal November 2026?

Penyebab utamanya adalah musim hujan yang datang terlambat. BMKG sebelumnya memperkirakan risiko karhutla berangsur turun pada Oktober–November 2026, seperti dilaporkan Kompas TV pada 30 Juli 2026. Namun penurunan itu tidak merata.
Di Kalsel, BMKG Stasiun Klimatologi mencatat curah hujan seluruh provinsi berada pada kategori rendah pada 1–10 Oktober 2026. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan pada 12 Oktober bahwa hujan alami baru diprediksi hadir pertengahan November, atau dasarian kedua bulan itu. Ia mengingatkan bahwa sebagian wilayah Kalsel berupa lahan gambut, yang apinya sulit dipadamkan.
Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab menjelaskan bahwa awal musim hujan Kalsel tahun ini bertahap dan lebih mundur dari normal. Sebagian wilayah mulai hujan November, sebagian besar lainnya Desember. Mundurnya jadwal itu dikaitkan BMKG dengan El Niño yang membuat kemarau lebih panjang dan kering.
Untuk latar belakang El Niño tahun ini, baca analisis El Niño 2026 dan dampaknya ke Indonesia di perryquinn.
Bagaimana kondisi karhutla di Kalimantan Selatan?

Kalsel adalah salah satu provinsi prioritas pemantauan karhutla BMKG, bersama Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Pada periode pemantauan 31 Oktober–6 November, jumlah titik panas di Kalsel, Kalteng, dan Kaltim fluktuatif, sedangkan di Jambi, Sumsel, dan Kalbar menurun dalam tujuh hari terakhir.
Gambaran puncaknya terlihat pada 2 September 2026. Saat itu BMKG mendeteksi 1.299 titik panas di Kalsel dan seluruh wilayah provinsi didominasi warna merah pada indikator FWI, menurut laporan Lingkar.news. Kondisi sekarang jauh lebih terkendali, tetapi belum aman sepenuhnya.
Dari sisi kebijakan, Pemprov Kalsel memperpanjang status siaga darurat karhutla dari 31 Oktober menjadi 30 November 2026. Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputera menyampaikan pada 27 Oktober bahwa status belum dinaikkan menjadi tanggap darurat. Alasannya, hujan normal baru diprediksi mulai pekan ketiga November sehingga pemadaman dan pembasahan lahan masih perlu berlanjut. Titik api aktif dilaporkan menurun signifikan setelah hujan turun di sejumlah lokasi dan operasi modifikasi cuaca dilakukan.
Tren sepanjang tahun ini dibahas juga di laporan BNPB tentang karhutla 2026.
Bagaimana kondisi di Kepulauan Bangka Belitung?

Babel masuk daftar wilayah Sumatera dengan risiko tertinggi pada peta FWI 31 Oktober–6 November 2026. Menariknya, dampak yang dirasakan warga Babel tidak hanya datang dari api lokal.
Pada 13 Oktober 2026, BMKG Kota Pangkalpinang menyatakan Babel diselimuti kabut asap yang terindikasi berasal dari karhutla di Kalimantan, seperti dilaporkan Antara. Jadi asap bisa lintas pulau mengikuti arah angin, dan kualitas udara bisa turun tanpa ada kebakaran besar di sekitar Anda.
Pantau dua hal sekaligus: peta potensi kebakaran lokal dan sebaran asap dari wilayah lain. Untuk perbandingan dengan provinsi lain, lihat daftar enam provinsi pengawasan karhutla BMKG 2026.
Mengapa lahan gambut membuat karhutla lebih berbahaya?

Gambut menyimpan bahan organik tebal yang kering saat kemarau panjang. Api bisa merambat di bawah permukaan, sulit terlihat, dan sulit dipadamkan hanya dengan penyemprotan dari atas. Karena itu pemadaman gambut biasanya dibarengi pembasahan lahan.
Menhut Raja Juli Antoni meminta kewaspadaan dijaga di kawasan gambut Kalsel selama hujan belum turun. BPBD Kalsel juga menyebut pembasahan lahan masih berlangsung sebagai bagian penanganan.
Skala masalah gambut terlihat dari kajian lain di perryquinn tentang fakta lahan gambut terbakar dalam krisis karhutla.
Siapa saja yang terlibat dalam pengendalian karhutla?

Menhut menyebut pengendalian membutuhkan koordinasi pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, BPBD, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, dan relawan. Ia juga menekankan penegakan hukum terhadap perusahaan yang terkait karhutla.
Pembagian peran secara ringkas:
| Pihak | Peran utama |
| BMKG | Peta FWI, prakiraan hujan, pantauan titik panas dan asap |
| BPBD | Status siaga/tanggap darurat, pemadaman, pembasahan lahan |
| Manggala Agni (Kemenhut) | Pemadaman di lapangan |
| TNI dan Polri | Dukungan personel dan penegakan hukum |
| Pemerintah daerah | Kebijakan status siaga dan koordinasi |
| Relawan dan masyarakat | Pencegahan dini dan pelaporan titik api |
7 langkah pencegahan karhutla untuk warga dan pengelola lahan

Pemerintah meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar. Imbauan Menhut juga menyebut puntung rokok, api unggun yang ditinggalkan, dan obat nyamuk bakar sebagai pemicu yang kerap diabaikan. Berikut langkah praktisnya:
- Jangan membuka lahan dengan membakar. Ini imbauan langsung pemerintah selama kondisi kering.
- Matikan puntung rokok sepenuhnya. Jangan buang di semak atau lahan kering.
- Padamkan api unggun sebelum pergi. Siram hingga tidak ada bara.
- Gunakan obat nyamuk dengan hati-hati. Jauhkan dari bahan mudah terbakar dan jangan tinggalkan menyala di area terbuka.
- Cek peta FWI BMKG mingguan. Jika wilayah Anda kuning atau merah, tunda aktivitas yang memakai api.
- Laporkan titik api sedini mungkin ke BPBD atau pemerintah desa setempat.
- Siapkan perlindungan dari asap. Pantau kualitas udara dan kurangi aktivitas luar ruang saat asap pekat. Dampak kesehatan asap dibahas di panduan polusi udara dan solusinya.
Kapan risiko karhutla diperkirakan mereda?
Untuk Kalsel, BMKG memperkirakan hujan alami mulai pertengahan hingga pekan ketiga November, dengan sebagian wilayah baru menerima hujan pada Desember. Karena itu status siaga diperpanjang sampai 30 November.
Periode 31 Oktober–6 November hanyalah satu jendela pemantauan. BMKG memperbarui peta secara berkala, sehingga status risiko bisa berubah dalam hitungan hari. Jangan menyimpulkan bahwa bahaya selesai pada 6 November.
FAQ — Karhutla Berisiko Tinggi di Babel dan Kalsel hingga 6 November
Apa itu karhutla berisiko tinggi di Babel dan Kalsel hingga 6 November?
Peringatan potensi kebakaran hutan dan lahan dari BMKG untuk 31 Oktober–6 November 2026 berdasarkan Fire Weather Index. Sebagian Babel dan Kalsel masuk wilayah risiko tertinggi di pulaunya. Artinya, kondisi cuaca mendukung api menyebar jika ada pemicu, bukan berarti kebakaran besar sedang terjadi.
Kapan hujan datang di Kalimantan Selatan?
BMKG memperkirakan hujan alami hadir pertengahan November 2026 (dasarian kedua), dan hujan normal mulai pekan ketiga November menurut BPBD Kalsel. Sebagian besar wilayah diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember.
Sampai kapan status siaga karhutla Kalsel berlaku?
Pemprov Kalsel memperpanjang status siaga darurat karhutla hingga 30 November 2026, dari semula 31 Oktober. Status belum dinaikkan menjadi tanggap darurat.
Apa yang harus dilakukan jika melihat titik api?
Laporkan secepatnya ke BPBD atau pemerintah desa dan jangan mencoba memadamkan api gambut sendirian. Jauhkan diri dari asap pekat.
Ditulis oleh Redaksi perryquinn. Data diverifikasi terhadap laporan BMKG yang dimuat media per 02 November 2026.
Sumber utama:
- Darilaut — Potensi Karhutla Awal November (ringkasan BMKG), 1 Nov 2026
- BNPB Catat Banjir di Kalsel dan Perpanjangan Siaga Karhutla, 27 Okt 2026
- Kontan — Menhut Ingatkan Risiko Karhutla di Kalsel Sebelum Musim Hujan, 12 Okt 2026
- Media Indonesia — BMKG Peringatkan Kalsel Siaga Hujan Lebat Mulai November 2026
- Antara — BMKG: Babel diselimuti kabut asap dari karhutla Kalimantan, 13 Okt 2026
- Lingkar.news — 1.299 Titik Panas Terdeteksi di Kalsel, 2 Sep 2026
- Kompas TV — BMKG Deteksi 5.019 Titik Panas, 30 Jul 2026